Rabu, 27 Agustus 2014

Wakil Walikota Sabang Menutup Acara Hari Anak Nasional 2014

news Bidik Aceh - Sabang,....
Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2014 yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Sabang, ditutup oleh Wakil Walikota Sabang Nazaruddin, selasa (19/08) pagi di Aula Dishub Kominfo Sabang. Sekolah MAN berhasil menyabet juara umum dengan menempatkan 3 orang siswa/i untuk mewakili Kota Sabang dalam ajang lomba tingkat Provinsi, hadir pada a cra tersebut Kadis Kesehatan Sabang dr. Ali Imran, Ka. BPM Kemala Dewi SH, MM, Ketua Dharma Wanita Kota Sabang, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting XVII Kodim 0112/Sabang, Kabid Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Sabang, Kepala Sekolah SMP dan SLTA serta para siswa yang meraih prestasi lomba.


Wakil Walikota Sabang Nazaruddin pada kata sambutannya diacara Hari Anak Nasional 2014 mengatakan, Pemerintah Kota Sabang beserta seluruh jajaran mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional tahun 2014 kepada anak-anak siswa/i serta kepada para orang tua murid, Guru dan semua pihak yang telah memberikan kasih sayangnya dan membimbing anak-anak semua. Dan dihari yang istimewa ini kami para orang tua mendo'akan semoga anak-anak sekalian dapat tumbuh menjadi anak yang soleh dan berbudi pekerti, cerdas, berpengetahuan tinggi, sehat jasmani/rohani, sayang dan patuh kepada orang tua serta guru dan taat beribadah, ujarnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa, anak adalah amanah dan karunia Allah serta awal mata rantai manusia yang akan menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa di masa depan. Oleh karena itu menyiapkan Generasi Muda yang berkualitas sebagai generasi penerus pewaris bangsa, harus diiringi dengan pembangunan dan mensejahterakan kehidupan anak sedini mungkin.

Kepada anak perlu diberikan bekal keimanan yang kuat dan menanamkan nilai kepribadian yang luhur, meningkatkan kecerdasan anak, membekali anak denga keterampilan sesuai dengan minat dan bakatnya tanpa paksaan serta menanamkan jiwa dan semanagat kebangsaan serta kebugaran jasmani. Kami menyambut baik tema yang diangkat pada hari anak nasional tahun ini " Ciptakan Lingkungan Kondusif Untuk Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak ".

Tema ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi kita untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pemulihan hal pokok bagi anak-anak kita yaitu, hak perawatan dan pengasuhan, hak kesehatan, pendidikan, rekreasi, hak perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Hak pokok tersebut sejalan dengan amanat konstitusi UUD 1945 yang menyatakan bahwa, setiap anak berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dikatakannya juga, bagi anak-anak usia pra remaja dan remaja kami berpesan, diminta agar menjauhi NARKOBA dan menghindari dari berbagai aktifitas yang tidak baik dan tidak bermanfaat. Diera keterbukaan informasi dan majunya tekhnologi media saat ini, janganlah mudah terpengaruh dan tergiur oleh materi media yang negatif, serta hiruk pikuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai keagamaan dan kepribadian bangsa, gunakan dan manfaatkan internet hanya untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan yang mencerdaskan dan dapat membantu pelajaran disekolah.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Sabang Kemala Dewi SH, MM saat diwawancarai new Bidik Aceh mengatakan, acara Hari Anak Nasional adalah kalender Nasional yang diserahkan kepada daerah untuk dapat dilaksanakan. Harapan saya dengan adanya peringatan hari Anak Nasional para orang tua dapat menyadari bahwa mereka mempunyai peranan yang penting dalam menciptakan watak anak dikemudian hari, baik dalam hal kecerdasan,  ketaqwaan maupun hal-hal penting lainnya, ujar Kemala Dewi.

Sebagai harapan generasi penerus bangsa maka, anak-anak harus lebih diperhatikan pekembangannya terutama tentang maraknya anak-anak yang menggunakan NARKOBA jenis Sabu-sabu, Ganja dan Miras. Ada juga jenis Zat yang sangat memprihatinkan kita sering digunakan oleh anak-anak terutama di Usia Sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama adalah Jenis Lem cap Kambing, sebenarnya zat ini sangat populer dikalangan anak-anak jalanan di Kota-kota besar namun kini telah banyak dipakai oleh kalangan usia pra remaja, dan hal ini menjadi perhatian kita bersama terutama para orang tua anak dan aparat terkait lainnya sebab, sipemakai tidak dapat dikatakan bersalah oleh karena tidak ada peraturan atau perundang-undangan yang melarangnya, tukas Kemala Dewi.

dr. Ali Imran selaku Kepala Dinas Kota Sabang, saat ditemui usai acara menjelaskan, program penanggulangan Narkoba pada Dinas kesehatan Sabang memang ada dan dilaksanakan ketika ada Posyandu dan UKGS. Biasanya saat menjalani program itu sekaligus pemaparan bahayanya Narkoba untuk ana-anak usia pelajar SD, SMP terutama pengunaan Sabu-sabu dan Lem cap Kambing, jelasnya.

Harapan saya generasi muda sebagai penerus bangsa dapat lebih baik dari kita sekarang ini, dan hal itu dapat terlaksana apabila kita secara bersama sama baik dari Dinas atau Instansi terkait lainnya serta orang tua selaku keluarga lebih memperhatikan perkembangan anak agar terhindar dari bahaya penggunaan Narkoba dan zat lainnya yang dapat merusak otak-otak anak tertuama Sabu-sabu dan Lem Kambing, ujar  Ali Imran.

Dalam rangka Hari Anak Nasional Kantor BPM Sabang melaksanakan 4 (empat) jenis perlombaan dan 2 (dua) lomba akan diikuti oleh pemenang pertama, diantara jenis yang akan dilombakan untuk tingkar propinsi adalah, Lomba Forum Anak Daerah dan Lomba Duta Anak Daerah Putra - Putri. Sebagai pemenang lomba yang akan dikirim ke tingkat provinsi adalah,  Juara 1. Forum anak daerah Putra an Firla (MAN), 2.  Riski Syahputra (MAN), 3. Dedi Iskandar (SMAN 2). Juara 1 Putri an. Hadianti (MAN), 2. Monica Putri Deria (SMKN 1), 3. Putri Yulianingsih (SMAN 1), utusan mewakili untuk lomba tingkat provinsi keduanya berasal dari dari sekolah MAN Sabang an. Firla dan Hadianti.

Juara pertama Duta Anak Daerah Putra dimenangkan oleh Riski Juliandi (SMAN I), 2. M. Alfaraq (MAN), 3. Dedi Iskandar (SMAN 2),  sementara untuk katagori PutriJuara pertama diraih Fera Marisa asal sekolah MAN Sabang., 2. Siti Nabila (SMAN 1), 3. Maulidayanti (SMAN 1). Untuk jenis Lomba paduan Suara juara pertama dari SMAN 1 Sabang, 2. MAN Sabang dan 3. SMAN 2 Sabang. Jenis Lomba melukis juara pertama diraih Wika Mellanys (SMPN 1), 2. Riski Rivaldi (SMPN 3), dan juara ke 3. Namira (MTsN).

(Tiopan. AP)
===========
Keterangan Foto  :
1. Wakil Walikota Sabang berfoto bersama dengan para pemenang lomba yang akan dikirim ke lomba tingkat provinsi Aceh.

 
   

Dalam Rangka HUT RI ke 69, 12 Orang Napi Rutan Kelas IIB Sabang, Mendapatkan Remisi

new Bidik Aceh - Sabang,....
Walikota Sabang Zulkifli H Adam, Wakil Walikota Sabang Nazaruddin, Ketua DPRK Kamaruzaman S.Ag dan Deputi IV Kemenpolhukam RI Laksda Iskandar Sitompul, beserta rombongan melakukan kunjungan resmi ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sabang selepas acara peringatan HUT RI ke 69 di Lapangan Yos Soedarso. Sebanyak 12 orang Narapidana (Napi) mendapatkan Remisi yang telah disetujui oleh Kemen Humkam RI terdiri dari 2 orang mendapatkan Remisi 3 bulan dan 10 orang mendapatkan Remisi 1 bulan.


Peringatan HUT RI yang ke 69  dan dilaksanakan di Lapangan Yos Soedarso Kuta Ateuh Sabang, Minggu (17/08/2014), berjalan dengan lancar dan sukses dengan Inspektur Upacara Deputi IV Kemenkopolhukam Laksamana Muda Iskandar Sitompul. Selesai Upacara,  Walikota dan Wakil Walikota beserta Deputi IV Kemenpolhukam dan rombongan melakukan kunjungan ke Rutan kelas II B Sabang untuk melaksanakan Remisi atas nama Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada sejumlah Napi dan kunjungan ke RSUD Sabang.

Walikota Sabang Zulkifli H Adam saat membacakan Remisi atas nama Mentri Hukum dan Ham mengatakan, dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita dukung suksesi kepemimpinan Nasional hasil Pemilu 2014 demi kelanjutan pembangunan menuju Indonesia yang makin maju dan sejahtera. Hari ini tepatnya telah 69 tahun Indonesia Merdeka dan rakyat bergembira karena mendapatkan rahmat dan hidayat dari Tuhan YME, sebuah jalan yang panjang harus ditempuh untuk menghirup segarnya udara kebebasan dari cengkeraman penjajah.

Namun walaupun demikian, berbagai masalah yang cukup memprihatinkan masih saja terjadi, perampasan hak atas harta benda dan penghilangan nyawa diberbagai daerah, perlakuan hukum yang timpang antara satu warga dengan yang lainnya, beban hidup yang menghimpit, pengangguran yang semakin besar masih dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

Dikatakannya juga, Kemerdekaan memang perlu disyukuri, rasa syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan ini tentunya menjadi milik segenap lapisan masyarakat khususnya para Warga Binaan Pemasyarakatan, sebab pada hari yang sama Pemerintah memberikan aspresiasi berupa pengurangan masa menjalani Pidana (Remisi) bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan serta telah memenuhi syarat yang ditentukan UU No. 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Kepres No. 174 tahun 1999 tentang remisi.

Remisi merupakan Instrumen yang dapat mendorong Narapidana untuk berperilaku baik selama menjalani pidana sebab, remisi hanya akan diberikan kepada Napi yang berkelakuan baik dan mereka yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi. Manfaat lanjutan dari pemberian remisi adalah dapat mengurangi tingkat hunian Lapas/Rutan yang semakin tinggi, dan remisi akan mempercepat seseorang Narapidana untuk keluar dari Lapas/Rutan sehingga populasi Lapas/Rutan akan semakin berkurang.

Pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan bagi warga binaan untuk dapat cepat bebas tetapi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memotivasi diri sehingga dapat mendorong warga binaan kembali memilih jalan kebenaran. Melalui remisi ini juga dapat mempercepat proses kembalinya Narapidana dalam kehidupan masyarakat agar narapidana mempunyai kesempatan untuk menginternalisasikan nilai-nilai masyarakat secara cepat.

Kementrian Hukum dan Ham terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada publik sebagai tanggung jawab Lembaga Eksekutif dalam melaksanakan kinerja yang akuntable dan transparan. Belum lama ini telah ditanda tangani beberapa kesepakatan yang digagas oleh Forum Mahkumjakpol (Mahkamah Agung, Kemenhumkam, Kejaksaan Agung dan Kepolisian) dimana juga menggandeng dua Lembaga Negara yaitu Kemenkes dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang merupakan terusan dari beberapa pertemuan yang telah dilakukan sejak setahun yang lalu, dengan berbagai agenda terutama penanggulangan pemakai Narkoba yang semakin besar.

Pertemuan ini di dilatarbelakangi bahwa Lapas dan Rutan yang ada diseluruh Indonesia saat ini sudah sangat penuh dan 60 % penghuninya adalah pemakai dan pengedar Narkoba. Pembangunan Lapas atau Rutan yang direncanakan tidak sebanding dengan terus meningkatnya penghuni Lapas/Rutan, untuk itu permasalahan ini harus dicegah dengan mengubah paradigma bahwa sudah saatnya pendekatan Hukum perlu diimbangi dengan pendekatan Rehabilitasi.

Kita berharap bahwa dengan adanya MoU ini minimal kedepan over kapasitas di Lapas/Rutan yang ada dapat dikurangi dan penanggulangan pemakai Narkotika semakin terkendali. Beberapa hal juga akan dibenahi diantaranya dengan mengambil langkah Positif dan Konstruktif terhadap kehidupan Napi di Lapas/Rutan, saran hunian yang ada di Lapas/Rutan saat ini belum seluruhnya memenuhi standart minimum yang telah ditentukan, jaminan keamanan, kebutuhan gizi narapidana dan peralatan medis juga belum memadai.

Sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang ada di Lapas dewasa ini masih jauh dari standart, padahal resiko yang ditanggung oleh Petugas Pemasyarakatan sangatlah berat. Petugas pemasyarakatan tidak hanya menjaga keamanan didalam Lembaga Pemasyarakatan agar dapat terjaga kondisi yang kondusif, mereka juga bertanggung jawab melakukan pembinaan dan perawatan terhadap Narapidana sehingga mereka kembali masyarakat memiliki ketrampilan dan keahlian agar tidak mengulangi kejahatannya lagi.

(Tiopan. AP)

=======================================
  :.
   



Pawai Taptu Tujuh Belas Agustus di Kota Ujung Indonesia

MOKI – Sabang,….
Dalam rangka menjelang memperingati HUT RI yang ke 69 di Kota Ujung Perbatasan RI, Pemerintah Kota Sabang, TNI, dan POLRI, beserta segenap Instansi Vertikal melaksanakan Upacara Taptu dengan
Inspektur Upacara Letkol Inf. Widya Prastyo, Sabtu (16/08), malam.

Upacara Taptu peringatan HUT RI ke 69 dilaksanakan di depan Pendopo berjalan dengan hikmat dan sukses, Dandim 0112/Sabang Letkol Inf. Widya Prastyo selaku Inspektur Upacara dan sekaligus menyalakan obor Taptu yang diterima oleh tiga orang Parajurit dari TNI AU untuk dapat diteruskan kepada peserta pawai taptu dan memimpin pawai taptu sebagai pembawa obor barisan depan.
aq
Hadir pada upacara taptu, Walikota Sabang, Wakil Walikota Sabang, Muspida dan Muspida Plus, segenap SKPD, Kepala Instansi Vertikal, Badan serta Ketua Ormas.  Setelah penyalaan obor yang dilakukan oleh Dandim 0112/Sabang, dilanjut dengan penyalaan obor kepada peserta pawai taptu oleh prajurit TNI AU yang diterima para Pramuka sebagai pembawa obor untuk segenap peserta pawai.

Pawai yang disaksikan oleh Walikota dan Wakil Walikota, Muspida dan Muspida Plus serta segenap SKPD dan Instansi Vertikal diawali oleh Prajurit pembawa obor, kemudian anak-anak berpakaian Adat dari Pramuka serta Drum Band Pramuka, dilanjut Prajurit TNI, POLRI, Satpol PP, Distrik Navigasi Sabang, segenap PNS Pemko Sabang, Instansi Vertikal, Ormas, Pelajar dan Pramuka.

Rute yang dilalui dari depan Pendopo menuju Jalan Rajawali (Tektok) dan berbelok ke jalan Perdagangan yang dilanjut menuju jalan Seulawah kemudian menju jalan Diponegoro dan berakhir di depan Pendopo Walikota Sabang. Jumlah peserta pawai taptu HUT Kemerdekaan RI ke 69 kali ini, diperkirakan turut diikuti oleh ribuan peserta pawai yang terdiri dari TNI, POLRI, PNS Otonom dan Vertikal, Ormas, Pramuka, dan para Pelajar.

(Wapemred)

Keterangan Foto  :
Dandim 0112/Sabang Letkol Inf. Widya Prastyo ketika menyalakan obor yang  diterima oleh tiga orang Prajurit TNI AU selaku pembawa obor.

Rekomendasi DPR Kota Sabang Terhadap LKPJ Walikota Tahun 2013 Pada Sidang Paripurna Istimewa HUT Kota Sabang ke 49

MOKI - Sabang,.....
Rekomendasi DPR Kota Sabang terhadap LKPJ Walikota Tahun 2013, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan pada LKPJ Walikota Tahun 2014 sebagaimana tertuang didalam lampiran, demikian keputusan DPRK Sabang Nomor. 188.4/09/2014 tanggal 24 April 2014,  yang dibacakan oleh salah seorang anggota DPRK Sabang Sofyati Alfiana, SH, saat sidang Paripurna Istimewa HUT Kota Sabang ke 49 di gedung DPRK Sabang, Selasa 24/06 pagi.

Sofiyati Alfiana,SH yang membacakan Rekomendasi mengatakan, LKPJ Tahun Anggaran 2013 pada Bidang Pendidikan, Terkait dengan bantuan dana perbatasan untuk guru dalam lingkungan dinas pendidikan agar dalam pendataannya sesuai petunjuk Menteri Pendidikan, sehingga guru guru yang menerima dana perbatasan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Masih adanya peserta didik yang dibebankan untuk memebeli Alat Tulis Sekolah (ATS) dan foto copy buku-buku pelajaran oleh pihak sekolah dengan alasan tidak cukupnya buku yang tersedia, dan umumnya terjadi pada sekolah tingkat dasar dan menengah. Kami meminta kepada Pemerintah Kota Sabang melalui dinas terkait supaya dapat mengkaji kembali kebijakan tersebut, yang dinilai memberatkan para murid/wali murid, dan kebutuhan tersebut harus disediakan oleh pihak sekolah, ujarnya.

Mengenai pembayaran tunjangan sertifikasi, masih adanya guru yang belum dapat dibayarkan tunjangannya karena belum memenuhi syarat kecukupan jam mengajar, maka dalam rangka menghindari terjadinya kesenjangan sesama guru supaya dapat dilakukan evaluasi dan penataan kembali jadwal pengajaran bagi guru. Terhadap kondisi tidak meratanya standar mutu sarana dan prasarana sekolah berdasarkan kondisi riil dilapangan, Pemko Sabang diharapkan dapat berupaya mewujudkan standar mutu sarana dan prasarana sekolah sesuai kebutuhan.

Selanjutnya pada Bidang Kesehatan, diharapkan  Pemko Sabang khususnya Rumah Sakit Umum Daerah, Dinas Kesehatan Kota Sabang, segera menyesuaikan petunjuk tentang perubahan jaminan kesehatan masyarakat kepada BPJS / JKN, sehingga tidak membingungkan pengguna jasa kesehatan. Perlunya disosialisasikan perubahan aturan atau juklak agar tidak terjadi kesalah pahaman anatar Lembaga Pemerintah dengan masyarakat.

Pada Bidang Pekerjaan Umum, Dinas PU dalam pelaksaan pekerjaan tahun 2014 hendaknya lebih baik dari pada tahun sebelumnya, dan yang terpenting adalah tidak lagi terjadi pekerjaan yang tidak tercapai target, tidak selesai bahkan ada yang tidak sesuai dengan kualitas yang seharusnya. Diharapkan peran proaktif pengawas pekerjaan agar pekerjaan tersebut terlaksana sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Bidang Koperasi dan Usaha kecil, industri kreatif harus didorong kearah perkembangan yang lebih baik dengan penguatan multi aspek khususnya kewirausahawan bagi masyarakat sebagai penunjang program wisata dan Disperindagkop diharapkan dapat menjadi motivator pengembangan industri kreatif. Promosi dan pemasaran produk unggulan daerah masih belum dilakukan secara optimal, untuk itu diminta kepada Pemko Sabang untuk terus meningkatkan promosi produk-produk lokal melalui even yang berbasis Lokal, Nasional maupun Internasional.    

Untuk Bidang Perhubungan, dalam mendukung program parawisata maka perlunya dilakukan peremajaan terhadap kendaraan roda empat khususnya dari dan ke Balohan yang sampai sekarang masih dibawah standar. Selanjutnya kepada Pemko sabang dan Dinas terkait agar mengatur ketertiban pengguna jasa kapal Fery yang menuju Banda Aceh  maupun kembali ke Sabang sehingga tercipta ketertiban dan kenyamanan penumpang dalam keberangkatan atau kedatangan.

Bidang Pemerintahan dan Hukum, diharapkan meningkatkan kinerja karena dilapangan ditemui ketidaksesuaian antara yang disampaikan dengan LKPJ. Selanjutnya kepada Pemko Sabang agar dapat melakukan pembayaran honor Tenaga Harian Lepas tepat waktu pada setiap bulannya, tidak sebagaimana yang terjadi selama ini  antara satu SKPK dengan SKPK lainnya waktu pembayarannya tidak sama dilakukan.

Menyangkut dengan rumah dinas, baik guru maupun tenaga kesehatan agar dapat dievaluasi kembali pemanfaatannya sesuai prioriotas kebutuhan, mengingat selamai ni rumah dinas masih ada yang dihuni oleh pegawai tenaga bakti, sementara masih banyak PNS yang membutuhkannya. Kepada Pemko dalam mewujudkan keseimbangan anggaran dalam APBK hendaknya menurut skala prioritas sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dan dalam pengajuan anggaran hendaknya telah matang.

Terkait rencana pembangunan infastruktur tidak terkecuali sumber dana diluar APBK agar dilakukan koordinasi dengan semua pihak terkait termasuk DPRK dengan berpedoman pada master plan pembangunan dan Qanun RT/RW yang telah disyahkan. Kemudian Qanun yang telah disyahkan supaya disosialisasikan kepada masyarakat dan diimplementasikan agar optimal perubahan PAD dapat diwujudkan, 

Di Bidang Sosial, perlu menjadi perhatian kita bersama adalah penyediaan bantuan dasar terhadap korban bencana alam seperti longsor, angin ribut, yang semuanya ini merupakan kejadian yang sulit diprediksi, diharapkan penyaluran dilaksanakan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga masyarakat yang menjadi korban bencana dapat terbantu. Sementara untuk Bidang Perikanan, perlu mengoptimalkan perikanan tangkap, memasyarakatkan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan penegembangan sarana dan prasarana pendukung perikanan tangkap secara lebih intensif, mengungat kondisi saat ini masih kurang pengembangannya. 

Masalah Kehutanan, mengingat masih adanya sengketa pengelolaan lahan milik Pemko Sabang yang dikuasai oleh masyarakat secarab tidak syah, untuk itu diharap kepada Pemerintah Daerah  melalui instansi terkait agar dapat melakukan koordinasi, konsultasi dan pengumpulan data dari pihak terkait yang berkompenten khususnya dengan pemerintah lebih tinggi guna memeperoleh data yang akurat tentang pengelolaan hutan lindung sesuai fungsinya. Karena masih rendahnya sosialisasi yang dilakukan dinas terkait dalam rangka memeberi pemahaman kepada masyarakat tentang batas-batas hutan lindung, hutan konservasi yang seharusnya tetap dikuasi Negara dan dijaga keberadaannya, dan perlu ditingkatkan sosialisasi tersebut.

Pada Bidang  Energi dan Sumber Daya Mineral, pemberdayaan sumber daya panas bumi atau geothermal Jaboi sampai saat ini masih belum terealisasi, dan ini menjadi pertanyaan besar di benak kami, kepada Pemko agar lebih fokus terhadap realisasi geothermal ini. selanjutnya Mencermati rendahnya penyerapan anggaran pada kegiatan pembinaan dan pengembangan bidang ketenaga listrikan khususnya dalam rangka pemanfaatan geothermal jaboi. Hal ini menunjukkan ada permasalahan yang dihadapi sehingga tidak mampu menyerap dana yang telah disediakan, namun dinyatakan tidak ada permasalahan yang dihadapi.

Parawisata sebagai Program andalan Pemko Sabang dalam rangka meningkatkan PAD perlu dikelola dengan baik, mengombinasikan potensi wisata dengan kreativitas, even-even parawisata harus disusun secara konsisten sehingga dapat dijadikan acuan oleh pelaku wisata. Pengembangna parawisata harus ditekankan pada peningkatan pencitraan kawasan yang dibarengi dengan penataan kawasan , adanya integrasi kegiatan dan pengembangan wilayah. Dinas parawisata selakau SKPK pengelola wisata, diharapkan dapat menyiapkan perencanaan keparawisataan yang holistik dengan menekan pada pentingnya kesejahteraan masyarakat sekitar agar tereselenggaranya sebuah objek wisata.

Mengakhiri bacaanya Sofiati mengatakan, Sebagai Implementasi dari PP No. 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah  kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggara Pemerintahan Daerah kepada masyarakat. dan merujuk kepada UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, bahwa otonomi daerah sebagai upaya peningkatan kinerja Pemrintah Daerah yang bersih, akuntable, transparan, bebas dari unsur Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.

LKPJ sebagai bentuk tanggung jawab atas kinerja Pemerintah Daerah dalam satu tahun anggaran yang disampaikan kepada DPRK untuk mewujudkan prinsip Good Governance  dalam otonomi Daerah, demikian rekomendasi DPRK sabang terhadap LKPJ Walikota Sabang atas kinerjanya selama ini, tukas Sofiati.

( Wapemred / Riski Darmawan )
=================================================================================

 


  
             


  

Pada Sidang Paripurna Istimewa Dalam Rangka HUT Kota Sabang ; Pemko Sabang Telah Siapkan Lahan 100 Ha Untuk Pembangunan IPDN

MOKI - Sabang, .......
Pemko Sabang telah menyiapkan lahan seluas 100 Ha untuk rencana pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ), demikian dikatakan Walikota Sabang Zulkifli H Adam pada kata sambutannya saat Sidang paripurna Istimewa, dalam rangka HUT Kota Sabang yang ke 49 di Gedung DPRK Sabang, Selasa 24 juni 2014.

Hadir pada acara HUT Kota Sabang, Pimpinan DPRK dan Anggota DPRK Sabang, FORKOFINDA Sabang, Mantan Walikota Sabang Drs. Sofyan Harun, Mantan Ketua dan Wakil Ketua DPRK Sabang, Sekda Sofyan Adam, SH, Mantan Sekda, Para Staf Ahli, Asisten, Sekwan, SKPD, Ketua Partai, Ormas dan Lembaga Masyarakat, camat, Imum Mukim, dan Tokoh Masyarakat.

Sidang Paripurna Istimewa DPRK Sabang yang dilaksanakan di Gedung DPRK, dalam rangka memeperingati hari jadi Kota Sabang adalah merupakan suatu kegiatan rutin tahunan merayakan HUT Kota Sabang. Dan sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Sabang Tgk, Kamaruzzaman, S.Pd.i, hanya dihadiri oleh 16 orang anggota DPRK dari 20 orang Anggota DPR Kota Sabang.

Ketua DPRK Sabang, mengawali sambutannya saat Sidang Paripurna Iswtimewa mengatakan, semoga HUT Kota Sabang yang ke 49 menjadi momentum penting dalam menggali berbagai potensi, baik SDM, sumer daya alam, maupun potensi lainnya untuk membangun dan mengembangkan Kota Sabang, katanya.

HUT Kota Sabang secara Filosofi dapat bermakna Retrosfektif yaitu mengingat masa lalu sebagai mata rantai sejarah, dimana masa lalu tersebut adalah pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi  untuk menapak masa kini dan masa depan. Sebagai generasi penerus bangsa, mari kita jadikan sejarah sebagai untaian peristiwa penuh makna dan kita bisa memetik pelajaran bahwa setiap generasi kepemimpinan memiliki warna dan dinamika tersendiri sesuai zamannya.

Karena rasa cinta dan rasa memiliki Kota Sabang sehingga menjadi spririt dan alasan kuat bagi Pemerintah Kota Sabang menjadikan HUT Kota Sabang bertema, " Dengan Semangat Kebersamaan kita wujudkan pembagunan parawisata yang terintegritas ". Tema tersebut sejalan dengan upaya dan usaha yang sedang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Sabang selama ini, dalam mendorong pembangunan parawisata yang terintegritas sebagai lokomotif penggerak ekonomi kreatif masyarakat menuju terwujudnya masyarakat sejahtera.

Dikatakannya juga, Festival Sabang Fair adalah merupakan salah satu program wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun manca negara. selama ini kunjungan wisatawan domestik telah cukup banyak namun masih ketika saat  masa liburan saja seperti, saat iburan tahun baru, lebaran atau saat even-even terentu, ujarnya. 

Walikota Sabang Zulkifli H Adam saat membacakan sambutannya di sidang Paripuirna Istimewa mengatakan, apabila kita menoleh kebelakang mengenang sejarah terbentuknya kota sabang sejak bulan februari tahun 1950 yang ditetapkan sebagai daerah kewedanaan secara administratif, yang tunduk kepada daerah tingkat II Aceh Besar. kemudian di tanggal 24 Juni tahun 1965 status sabang ditingkatkan menjadi daerah tingkat II Kotapraja Sabang dengan UU No. 10 tahun 1965 yang terdiri dari, Pulau Weh, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Rondo.

Di tahun 1974 Pemerintah RI mengeluarkan UU No. 5 tahun 1974 status Sabang dari Kotapraja ditingkatkan menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Sabang yang terdiri dari 18 gampong dan 4 Kemukiman. kemudian keluar lagi Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1979, Kotamadya Sabang dibagi dalam 2 (dua) wilayah Administratif kecamatan yaitu, kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Sukajaya. Dan sejak berdirinya Kewedanaan dari tahun 1950 s/d tahun 1966, telah melahirkan 10 (sepuluh) orang Wedana yang memimpin Pemerintahan di Pulau Weh, kemudian berubah menjadi Kota dan Walikota yang telah memimpin Kota Sabang sebanyak 11 (sebelas) orang Walikota.

Selanjutnya Walikota juga menerangkan, berdasarkan fakta sejarah sabang mempunyai 3 (tiga) fase keemasan, pertama Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Era pelabuhan bebas sabang dimulai tahun 1895 yang dikenal dengan istilah Vru Haven yang dikelola oleh Maatschaappij Zeehaven En Kolen Station yang selanjutnya dikenal sebagai Sabang Maatschaappij.

Fase kedua, dengan penetapan Presiden RI No. 10 tahun 1963, pelabuhan Sabang telah ditetapkan kembali menjadi Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas yang dipimpin oleh Komando Pelaksana Pembangunan Proyek Pelabuhan Bebas (KP4BS), dengan adanya status pelabuhan bebas maka dibentuklah Pemerintahan Kotapraja tahun 1965. Fase ketiga era baru Kota Sabang sekarang ini, tahun 2000 disyahkan berdasarkan UU No. 37 tahun 2000, tentang kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, dan kemudian barulah aktivitas pelabuhan mulai berdenyut serta barang-barang dari Luar Negeri mulai masuk.

Dia juga mengatakan, Presiden SBY saat Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke VI di Banda Aceh, pada kata sambutannya menetapkan bahwa, Sabang sebagai daerah Destinasi Wisata Nasional dan Internasional yang wajib dikunjungi di Indonesia. Berdasarkan arahan tersebut dan mengacu kepada HUT Kota Sabang ke 49 maka Pemko Sabang telah merencanakan penyelenggaraan Festifal Sabang Fair yang pertama.

Kemudian tanggal 18 Juni 2014, telah dilaksanakan kegiatan lokakarya Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) di Kota Sabang yang diprakarsai oleh BNPP, kerjasama dengan Kementrian Lembaga dan Pemko Sabang dan menghasilkan berbagai macam program pembangunan demi mewujudkan Sabang sebagai Kota Parawisata diantaranya, Pemprov Aceh akan bekerjasama dengan Pemko Sabang dalam mengembangkan Program Parawisata kuliner, meningkatkan produk olahan perikanan multi produk dan menjadikan pelabuhan perikanan sabang sebagai tempat ekspor.

Kemenhub, Mabes TNI AU, Pemprov Aceh dan Pemko Sabang yang dikoordinir oleh BNPP akan menyelesaikan MoU terkait pemanfaatan Pangkalan Udara TNI AU Maimun Saleh untuk kepentingan komersial/sipil menjadi prioritas dan peningkatan Overlay Runway serta infastruktur pendukung dan mengupayakan penerbangan sipil perdana pada bulan Oktober 2014 mendatang.

Kemenrtian PU, Kementrian ESDM, Kemenhub, Kementrian Parawisata dan Ekonomi kreatif, Kadin Indonesia dan Pemko Sabang akan bekerjasama dalam upaya mempersiapkan dukungnan infastruktur sarana dan prasarana antara lain listrik, air, transportasi darat, laut dan udara serta perhotelan.

Kementrian Pertanian akan memanfaatkan areal perkebunan kakao untuk peremajaan dan pemanfaatan sebagai agro wisata dengan cara membangun pabrik coklat dengan sumber bahan baku dari kabupaten/kota lainnya dalam provinsi Aceh.  Pemprov Aceh dan Pemko Sabang akan melakukan pembenahan terhadap objek-objek yang potensial untuk dikembangkan sebagai objek parawisata, termasuk peninggalan Rumah Sakit dibawah tanah masa kolonial Belanda.

Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Kementrian ESDM  akan melakukan koordinasi secara intensif dalam mendorong terwujudnya kawasan pelabuhan bebas sabang, termasuk dikeluarkannya Kebijakan Norma Standart dan Prosedur (KNSP) bidang perikanan dan pertambangan. Kementrian Parawisata dan Ekonomi kreatif akan memberikan dukungan Visa on Arrival Sea Port yang selama ini belum ada aturannya, demi mendukung kunjungan wisatawan asing.

Selanjutnya Kementrian Kehutanan akan memberikan izin pemakaian DMG untuk akses jalan menuju tugu KM O (Nol) dan pengembangan tugu KM O yang menjadi Icon parawisata Kota Sabang. Kementrian Perumahan Rakyat akan melakukan pembangunan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) masyarakat, dalam upaya persiapan perumahan yang sehat untuk masyarakat. Kementrian Kesehatan dan Kementrian Sosial akan melakukan pembangunan dan peningkatan sarana prasarana infastruktur dasar kesehatan sosial.

Kementrian Perdagangan akan memberikan Izin Quota Import kendaraan dan barang-barang jenis lainnya untuk mendukung kawasan bebas sabang, dan melakukan pembangunan sarana dan prasarana pasar dan gudang penyimpanan. Kementrian Pertahanan akan menentukan wilayah-wilayah sebagai zona Pertahanan di PKSN. Sementara Pemko Sabang sendiri akan melakukan pembenahan di aspek Pengembangan Pelabuhan dan merekomendasikan sesuai tata ruang wilayah, untuk segera diajukan permohonannya ke Kemenhub dan Instastansi terkait untuk penambahan 2 (dua) kapal perintis dari dan ke sabang dalam mendukung kegiatan Parawisata.

Pada Pelaksanaan Gerbang Dutas 2014 baru-baru ini, telah mengahasilkan beberapa hal yang strategis dalam mengembangkan kota sabang menjadi pintu gerbang terdepan wilayah perbatasan antara lain, Mendorong pembagunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kota Sabang Provinsi Aceh, dan lahan pembangunan tersebut telah disiapkan oleh Pemko Sabang seluas 100 Ha.

Selanjutnya Penyelesaian perbatasan laut pada Zone Ekonomi Ekslusif (ZEE) antara Indonesia dan Thailand. Kemudian Kementrian Pertahanan dan Kementrian PU memprioritaskan pembangunan dermaga di Pulau Rondo yang merupakan salah satu dari 92 Pulau Pulau Kecil Terluar (PPKT) yang memiliki perairan dengan potensi ekonomi tinggi dalam sektor perikanan.

Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu Pemko Sabang kembali berhasil mendapatkan Opini WTP ( Wajar Tanpa Pengecualian ) untuk LKPD Kota Sabang tahun 2013 yang diberikan oleh BPK-RI Perwakilan Provinsi Aceh, untuk itu kami mengucapkan ribuan terimakasih dan penghargaan tulus bagi Pimpinan dan seluruh anggota DPRK, atas kerjasama dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Kota Sabang, pungkas Walikota Zulkifli H Adam.

( Wapemred )
====================================================================================

PT. Garuda Indonesia Tbk, Akan Buka Rute Penerbangan Medan - Sabang

Gypsy - Sabang,....
Perusahaan Penerbangan Nasional PT Garuda Indonesia Airways menyatakan kesanggupannya membuka rute penerbangan Medan - Sabang (pp) yang akan dimulai pada Oktober 2014. “PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sangat menyambut baik permohonan Pemko Sabang untuk membuka rute penerbangan Medan-Sabang,” kata Nano Setiawan selaku GM PT. GIA Cabang Banda Aceh,.


Pernyataan itu disampaikan Nano dalam rapat koordinasi antara PT Garuda Indonesia Tbk dengan pihak Pemko Sabang di Resort Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya  baru-baru ini, rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam.

Hadir pada acara tersebut, antara lain, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Maimun Saleh Letkol Pnb Imam Subekti, Kapolres Sabang AKBP Henny Sorta Lubis, Wakil Ketua DPRK Abdul Muthalib, Wakil Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Irwan Faisal, Kabid Perhubungan Darat Dishub Aceh, Sofyani, dan Sekda Kota Sabang Sofyan Adam SH, Asisten Pemerintahan Kota Sabang Sayuthi, SH, Asisten Ekonomi dan Pembangunan M. Daud, SE, MM, Asisten Adminstrasi Umum Drs Kamaruddin, Kadis Perhubungan Kota Sabang, Irawadi SE, dan unsur lainnya.

Rapat yang berlansung selama satu jam setengah dengan pihak PT Garuda Indonesia Airways, disambut baik dan didukung oleh segenap aparatur Pemerintahan kota Sabang atas kesediaan PT. Garuda Indonesia membuka rute Medan - Sabang. Hal ini juga sangat disetujui oleh Danlanud Maimun Saleh, Letkol Pnb Imam Subekti ketika memaparkan pendapatnya mengatakan, Saya sangat setuju dan memohon supaya realisasinya dapat dipercepat, dan dia yakin dengan adanya pelayanan transportasi udara dari Medan ke Sabang dan sebaliknya, wisata yang menjadi andalan program pemerintah dapat berjalan seiring peningkatan perekonomian. 

Wakil Ketua DPRK Sabang, Abdul Muthalib, SE menyikapi selaku Legeslatif mengatakan,  mereka DPRK siap untuk membahas secepatnya APBK Perubahan yang menyangkut rencana pembukaan rute penerbangan Medan-Sabang pada Oktober 2014. “DPRK sangat menyambut baik dibukanya rute Penerbangan Medan-Sabang untuk kemajuan Sabang ke depan, kami siap untuk membahas anggaran menyangkut tentang perbaikan Bandara serta Sarana dan Prasarana terkait lainnya rencana pembukaan jalur penerbangan Medan - Sabang, ujarnya. 

Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam pada sambutannya mengatakan, Saya mengucapkan terima kasih kepada peserta rapat yang telah memberikan dukungan serius terhadap rencana pembukaan rute penerbangan Medan-Sabang, dan Dia  yakin, dengan adanya layanan transportasi udara tersebut, maka animo masyarakat yang berkunjung ke Sabang akan terus meningkat.

Keluhan yang selama ini terjadi pada pengunjung yang datang ke Sabang adalah karena lamanya antrean kapal harus sering antrean lama untuk mendapatkan kapal feri, terutama pada musim liburan panjang. Hal ini terjadi karena masih terbatasnya sarana transportasi laut, namun dengan dibukanya jalur penerbangan Medan - Sabang, diharap dapat lebih menyamankan pengunjung asal Sumatera Utara yang selama ini banyak mengisi masa liburannya di Pulau Weh, sebagai salah satu Kota, daerah tujuan Wisata Nasional (DMO)

Sebagai salah satu dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Sabang pada realisasi rencana pembukaan rute Medan-Sabang itu adalah, mewajibkan setiap satuan perangkat kerja daerah (SKPD) yang dinas ke Medan atau Jakarta supaya melakukan perjalanan dinas dengan menggunakan pesawat pelat merah tersebut. “Jika tidak, maka pejabat bersangkutan tidak dibolehkan lagi melakukan pejalanan dinas ke luar daerah,” ujar Walikota.

Nano Setiawan, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Sabang yang telah berkenan bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia untuk melayani rute Medan-Sabang (pp), sehubungan dengan rencana tersebut, pihaknya akan mendatangkan tim ahli untuk mengecek kelayakan Bandara Maimun Saleh, yang akan dijadikan sebagai landasan penerbangan Medan-Sabang. Setelah semua izin dan persyaratan sudah lengkap, barulah MoU Block Seat PT Garuda Indonesia dengan Pemko Sabang ditandatangani, ujar nano.

(Tiopan. AP)
==========================================