MOKI – Sabang,
Tidak ada lagi orang tua atau pihak lain
yang perduli atas gangguan para remaja yang sengaja membakar mercun, saat
orang-orang yang sedang melaksanakan sholat tarawih di Sabang. Padahal orang
yang sedang melaksanakan ibadah membutuhkan ketentraman untuk kekusyukan,
terutama pada bulan suci ramadhan seperti sekarang ini.
Masyarakat Kuta Timu Kecamatan Sukakarya
kota Sabang, menyesalkan atas gangguan para remaja yang sengaja membakar mercun
pada saat orang sedang melaksanakan sholat tarawih. Anehnya tidak ada orang tua
yang melarang anaknya berkeliaran dan lempar mercun ketika sholat tarawih
sedang berlangsung.
“Tidak ada orang tua yang melarang anaknya
bermain mercun dijalanan pada saat orang-orang sedang melaksanakan sholat
tarawih, padahal masyarakat perlu ketenangan dalam menjalankan ibadah apalagi
sekarang sedang dalam bulan suci ramadhan”., kata salah
seorang jamaah mesjid Baiturrahim kepada MOKI
(02/08).
Ditambahkannya, masyarakat butuh
kenyamanan dan ketentraman dalam menjalankan ibadah tetapi akibat kenakalan
anak-anak remaja yang tidak dikontrol orang tua ibadah masyarakat terganggu.
Tidak hanya itu selain suara tam-tum suara mercun kemudian ditambah lagi dengan
suara sepeda motor yang berkeliaran uasi tarawih 8 rakaat.
Dia berharap agar orang yang merasa
anaknya membakar mercun, supaya dapat mengarahkan ke jalan yang lebih, karena
anak-anak yang masih usia remaja harus ada perhatian orang tua. Oleh sebab itu
kami masyarakat meminta agar dapat menjadi perhatian orang tua., harapnya.
Pantauan MOKI, ini meskipun ada larangan
untuk tidak diperjual-belikan mercun, namun sepanjang jalan perdagangan Kota Sabang
terlihat berjejeran penjaja mercun berbagai jenis. Pasalnya selama ini Sabang
merupakan daerah yang kerap menjadi tempat yang diramaikan hari perayaan dengan
mercun dan kembang api.
(Jalalluddin
Z.Ky)
-----------------------------------------------
Keterangan
Foto :
Penjaja
Mercon di Jalan Perdagangan Kota Sabang
Dalam
Rangka HUT Kemerdekaan RI ke 69,
Kodim
0112/Sabang Sosialisasi Bendera Merah Putih
MOKI - Sabang-.
Sesuai Intruksi Panglima
Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda (IM), dalam rangka menyambut Hari Ulang
Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke 69 pada 17 Agustus 2013, Kodim 0112/Sabang
mengajak masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih dihalamannya
masing-masing. Pihak Koramil telah turun ke lapangan guna menyampaikan, agar
warga ikut partisipasi memeriahkan HUT-RI.
Komandan Kodim 0112
Sabang Letkol Inf Widya Prastyo, N.Spd,
melalui Danramil Kecamamatn Sukakarya Kapten
Inf. Yasrizal mengatakan, bahwa pihaknya kini sedang melakukan sosialisasi
kepada masyarakat untuk meminta supaya, seluruh warga mengibarkan bendera merah
putih menjelang 17 Agustus mendatang.
“Sesuai intruksi Pangdam
IM kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut partisipasi
pada HUT-RI 17 Agustus mendatang, guna mengibarkan bendera merah putih
dihalaman rumahnya masing-masing. Baik dilingkungan masyarakat maupun pemerintah
dan lintas swasta”., kata Yasrizal yang didampingi Babinsa Serda Sudirman Senin
(8/8/13) di Sabang
Ditambahkannya,
pengibaran bendera merah putih merupkan kewajiban bagi masyarakat sebagai tanda
cinta terhadap Negara, hal tersebut sudah dilakukan sejak negeri ini merdeka
dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dengan mengibarkan sang saka
merah putih, berarti sebagai bangsa yang baik akan selalu menjaga kedaulatan
negaranya.
“Kita sebagai bangsa
yang baik dan mencintai negaranya sendiri sudah merupakan kewajiban mengibarkan
sang saka merah putih, pada setiap hari-hari besar nasional terutama sekali
pada HUT kemerdekaan. Jadi dinegara ini hanya satu bendera yang wajib dijaga
dan dikibarkan yaitu bendera merah putih”., tegasnya.
Sementara itu salah seorang
guru yang mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Tuti Faridah, S.Pd (40)
mengatakan, kecintaan bangsa ini terhadap perjuangan dan nilai-nilai
kebangsaan kian luntur. Hal itu terbukti dimana bendera merah putih sebagai
indetitas Negara tidak lagi dihormati seperti beberapa tahun yang lalu. Dimana
khususnya saat bendera bendera diturunkan sore hari tidak perlu lagi ada cara
yang khusus.
Padahal beberapa tahun
lalu sang saka merah putih begitu dihormati oleh bangsa ini, namun akhir-akhir
ini sudah kurang nilai dan rasa hormat terhadap lambang Negara tersebut. Oleh
karena itu apa yang dilakukan pihak Kodim Sabang perlu kita beri dukungan, agar
kecintaan rakyat kepada Negara tidakj pudar.
“Kita perlu memberi
dukungan dan jempolan kepada Kodim Sabang atas ajakan kepada masyarakat untuk
mengibarkan bendera merah putih, agar rasa kecintaan masyarakat negeri ini
terhadap Negara semakin tinggi”., ujar guru yang mengajar mata pelajaran
Sejarah dan PPKN ini.
(Jalalluddin
Z.Ky)
----------------------------------
Masyarakat
Sabang Mendukung Polres Tangkap Pembalap Liar
MOKI – Sabang,
Keresahan masyarakat
Sabang terhadap balap liar kini agak reda, setelah pihak Polres Sabang turun
dan menangkap lebih dari 40 unit sepeda motor berbagai merek yang dijadikan alat
untuk balapan liar di arena Sabang Fair saat malam hari, masyarakat berterima
kasih dan memberi dukungan penuh kepada pihak kepolisian.
Sejak awal memasuki
bulan suci ramadhan, jalan lingkarang di arena Sabang Fair dijadikan sebagai lintas
balap liar oleh remaja-remaja, mereka tidak perduli terhadap kebinsingan yang
dapat meganggu masyarakat yang berdomisili disekitar itu, bahkan juga meganggu
ketenangan orang beribadah serta tadarusan.
Dengan dilakukan razia
besar-besaran pada malam minggu lau oleh pihak Polres Sabang, kini masyarakat
boleh sedikit lega pasalnya, akibat ulah anak-anak yang tergolong remaja itu
banyak pihak yang tidak menerima. Sebab, selain meganggu masyarakat yang
berdomisili disekitar lokasi balapan tersebut dan juga yang kerap menjadi
korban yang ketika melintas dijalan itu.
Kapolres Sabang AKBP.Henny Sorta Lubis melalui Kasat Lantas Iptu Teuku Zia (08/09)
ketika dikonfirmasi MOKI mengenai Razia tersebut mengatakan, pelaksanaan razia yang
dilakukan minggu malam itu setelah kami menerima laporan dari pihak masyarakat
yang merasa terganggu oleh balapan liar tersebut dan kerap mengundang
kecelakaan, terhadap mereka yang melintas dijalan kawasan wisata tersebut.
“Kita sudah lakukan
razia pada minggu malam lalu dan menangkap 40-an sepeda motor yang dijadikan
balapan liar, anak-anak balapan melakukan aksinya usai sholat tarawih sampai
sahur, sehingga sangat terganggu masyarakat yang sedang melaksankan ibadah
puasa serta meganggu orang yang melintas jalan tersebut”., kata Teuku Zia.
Sepeda motor yang terjaring
itu kini telah kita amankan di Mapolres Sabang dan selanjutnya akan diproses
sesuai dengan hukum yang berlaku, konon lagi sekarang ini masa libur maka
lanjutan proses usai idul fitri mendatang. Sebab pengadilan juga libur jadi
bagi pemilik sepeda motor untuk mengurus tunggu selesai hari raya nanti.
Ditambahkan kedepan
Polres Sabang akan membuat surat pernyataan kepada instansi terkait termasuk
TNI dan Geuchik (lurah) untuk disampaikan kepad orang tua anak yang menggunakan
sepeda motor, supaya tidak melanggar dalam berlalu lintas. Apabila sipelaku masih
melakukan pelanggaran lagi maka akan dikenakan penindakan khusus., ungkapnya.
Sementara itu tokoh
masyarakat Sabang Burhanuddin,SE menyambut baik atas tindakan yang dilakukan
Polres Sabang, sebab ulah anak balapan liar itu sudah sangat meganggu
ketertiban lalulintas. Untuk itu polisi diminta agar tidak pernah bosan
menindak yang melanggar aturan dijalan raya khususnya balap liar., katanya.
(Jalalluddin
Z.Ky)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar