Minggu, 11 Agustus 2013

Saat Shalat Tarawih, Remaja Ledakkan Mercon





MOKI – Sabang,
Tidak ada lagi orang tua atau pihak lain yang perduli atas gangguan para remaja yang sengaja membakar mercun, saat orang-orang yang sedang melaksanakan sholat tarawih di Sabang. Padahal orang yang sedang melaksanakan ibadah membutuhkan ketentraman untuk kekusyukan, terutama pada bulan suci ramadhan seperti sekarang ini.

Masyarakat Kuta Timu Kecamatan Sukakarya kota Sabang, menyesalkan atas gangguan para remaja yang sengaja membakar mercun pada saat orang sedang melaksanakan sholat tarawih. Anehnya tidak ada orang tua yang melarang anaknya berkeliaran dan lempar mercun ketika sholat tarawih sedang berlangsung.

“Tidak ada orang tua yang melarang anaknya bermain mercun dijalanan pada saat orang-orang sedang melaksanakan sholat tarawih, padahal masyarakat perlu ketenangan dalam menjalankan ibadah apalagi sekarang sedang dalam bulan suci ramadhan”.,  kata salah seorang jamaah mesjid Baiturrahim kepada MOKI (02/08).

Ditambahkannya, masyarakat butuh kenyamanan dan ketentraman dalam menjalankan ibadah tetapi akibat kenakalan anak-anak remaja yang tidak dikontrol orang tua ibadah masyarakat terganggu. Tidak hanya itu selain suara tam-tum suara mercun kemudian ditambah lagi dengan suara sepeda motor yang berkeliaran uasi tarawih 8 rakaat.

Dia berharap agar orang yang merasa anaknya membakar mercun, supaya dapat mengarahkan ke jalan yang lebih, karena anak-anak yang masih usia remaja harus ada perhatian orang tua. Oleh sebab itu kami masyarakat meminta agar dapat menjadi perhatian orang tua., harapnya.

Pantauan MOKI, ini meskipun ada larangan untuk tidak diperjual-belikan mercun, namun sepanjang jalan perdagangan Kota Sabang terlihat berjejeran penjaja mercun berbagai jenis. Pasalnya selama ini Sabang merupakan daerah yang kerap menjadi tempat yang diramaikan hari perayaan dengan mercun dan kembang api.

(Jalalluddin Z.Ky)
-----------------------------------------------
Keterangan Foto :
Penjaja Mercon di Jalan Perdagangan Kota Sabang

 


Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI  ke 69,
Kodim 0112/Sabang Sosialisasi Bendera Merah Putih

MOKI - Sabang-.
Sesuai Intruksi Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda (IM), dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke 69 pada 17 Agustus 2013, Kodim 0112/Sabang mengajak masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih dihalamannya masing-masing. Pihak Koramil telah turun ke lapangan guna menyampaikan, agar warga ikut partisipasi memeriahkan HUT-RI.

Komandan Kodim 0112 Sabang Letkol Inf Widya Prastyo, N.Spd, melalui Danramil Kecamamatn Sukakarya Kapten Inf. Yasrizal mengatakan, bahwa pihaknya kini sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meminta supaya, seluruh warga mengibarkan bendera merah putih menjelang 17 Agustus mendatang.

“Sesuai intruksi Pangdam IM kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut partisipasi pada HUT-RI 17 Agustus mendatang, guna mengibarkan bendera merah putih dihalaman rumahnya masing-masing. Baik dilingkungan masyarakat maupun pemerintah dan lintas swasta”., kata Yasrizal yang didampingi Babinsa Serda Sudirman Senin (8/8/13) di Sabang

Ditambahkannya, pengibaran bendera merah putih merupkan kewajiban bagi masyarakat sebagai tanda cinta terhadap Negara, hal tersebut sudah dilakukan sejak negeri ini merdeka dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dengan mengibarkan sang saka merah putih, berarti sebagai bangsa yang baik akan selalu menjaga kedaulatan negaranya.

“Kita sebagai bangsa yang baik dan mencintai negaranya sendiri sudah merupakan kewajiban mengibarkan sang saka merah putih, pada setiap hari-hari besar nasional terutama sekali pada HUT kemerdekaan. Jadi dinegara ini hanya satu bendera yang wajib dijaga dan dikibarkan yaitu bendera merah putih”., tegasnya.

Sementara itu salah seorang guru yang mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Tuti Faridah, S.Pd (40) mengatakan,  kecintaan bangsa ini terhadap perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan kian luntur. Hal itu terbukti dimana bendera merah putih sebagai indetitas Negara tidak lagi dihormati seperti beberapa tahun yang lalu. Dimana khususnya saat bendera bendera diturunkan sore hari tidak perlu lagi ada cara yang khusus.

Padahal beberapa tahun lalu sang saka merah putih begitu dihormati oleh bangsa ini, namun akhir-akhir ini sudah kurang nilai dan rasa hormat terhadap lambang Negara tersebut. Oleh karena itu apa yang dilakukan pihak Kodim Sabang perlu kita beri dukungan, agar kecintaan rakyat kepada Negara tidakj pudar.

“Kita perlu memberi dukungan dan jempolan kepada Kodim Sabang atas ajakan kepada masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih, agar rasa kecintaan masyarakat negeri ini terhadap Negara semakin tinggi”., ujar guru yang mengajar mata pelajaran Sejarah dan PPKN ini.

(Jalalluddin Z.Ky)
----------------------------------


Masyarakat Sabang Mendukung Polres Tangkap Pembalap Liar
 
MOKI – Sabang,
Keresahan masyarakat Sabang terhadap balap liar kini agak reda, setelah pihak Polres Sabang turun dan menangkap lebih dari 40 unit sepeda motor berbagai merek yang dijadikan alat untuk balapan liar di arena Sabang Fair saat malam hari, masyarakat berterima kasih dan memberi dukungan penuh kepada pihak kepolisian.

Sejak awal memasuki bulan suci ramadhan, jalan lingkarang di arena Sabang Fair dijadikan sebagai lintas balap liar oleh remaja-remaja, mereka tidak perduli terhadap kebinsingan yang dapat meganggu masyarakat yang berdomisili disekitar itu, bahkan juga meganggu ketenangan orang beribadah serta tadarusan.

Dengan dilakukan razia besar-besaran pada malam minggu lau oleh pihak Polres Sabang, kini masyarakat boleh sedikit lega pasalnya, akibat ulah anak-anak yang tergolong remaja itu banyak pihak yang tidak menerima. Sebab, selain meganggu masyarakat yang berdomisili disekitar lokasi balapan tersebut dan juga yang kerap menjadi korban yang ketika melintas dijalan itu.

Kapolres Sabang AKBP.Henny Sorta Lubis melalui Kasat Lantas Iptu Teuku Zia (08/09) ketika dikonfirmasi MOKI mengenai Razia tersebut mengatakan, pelaksanaan razia yang dilakukan minggu malam itu setelah kami menerima laporan dari pihak masyarakat yang merasa terganggu oleh balapan liar tersebut dan kerap mengundang kecelakaan, terhadap mereka yang melintas dijalan kawasan wisata tersebut.

“Kita sudah lakukan razia pada minggu malam lalu dan menangkap 40-an sepeda motor yang dijadikan balapan liar, anak-anak balapan melakukan aksinya usai sholat tarawih sampai sahur, sehingga sangat terganggu masyarakat yang sedang melaksankan ibadah puasa serta meganggu orang yang melintas jalan tersebut”., kata Teuku Zia.

Sepeda motor yang terjaring itu kini telah kita amankan di Mapolres Sabang dan selanjutnya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, konon lagi sekarang ini masa libur maka lanjutan proses usai idul fitri mendatang. Sebab pengadilan juga libur jadi bagi pemilik sepeda motor untuk mengurus tunggu selesai hari raya nanti.

Ditambahkan kedepan Polres Sabang akan membuat surat pernyataan kepada instansi terkait termasuk TNI dan Geuchik (lurah) untuk disampaikan kepad orang tua anak yang menggunakan sepeda motor, supaya tidak melanggar dalam berlalu lintas. Apabila sipelaku masih melakukan pelanggaran lagi maka akan dikenakan penindakan khusus., ungkapnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Sabang Burhanuddin,SE menyambut baik atas tindakan yang dilakukan Polres Sabang, sebab ulah anak balapan liar itu sudah sangat meganggu ketertiban lalulintas. Untuk itu polisi diminta agar tidak pernah bosan menindak yang melanggar aturan dijalan raya khususnya balap liar., katanya.


(Jalalluddin Z.Ky)